Month: February 2012

Menurunkan Berat Badan dengan Diet Kopi, Mau?

Menurunkan Berat Badan dengan Diet Kopi

menurunkan berat badan dengan diet kopo
Kafein dalam kopi mempercepat laju metabolisme tubuh

Ada info menarik dari teman saya nih. Beberapa hari yang lalu dia cerita tentang diet kopi untuk menurunkan berat badan. Saya share di blog ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi anda.

Gaya hidup modern telah memicu terjadinya banyak kasus obesitas, terutama di kota-kota besar. Obesitas atau kelebihan berat badan sebenarnya sangat merugikan karena selain memperburuk penampilan juga dapat mengundang datangnya berbagai macam penyakit.  Oleh karena itu, banyak cara yang ditempuh untuk menurunkan berat badan, di antaranya dengan diet ketat dan olah raga keras. Beberapa orang merasa keberatan dengan cara-cara seperti ini karena sangat menyiksa. Jika anda adalah salah satunya, maka cara yang satu ini dapat anda pertimbangkan.

Diet kopi merupakan salah satu cara untuk menghilangkan lemak dengan memasukkan lebih banyak kopi pada daftar menu diet anda. Seperti yang kita ketahui, kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan laju metabolisme hingga hampir 10%. Hal ini berarti tambahan pembakaran kalori sebanyak 200-300 kalori, tentunya tergantung pada metabolisme anda. Sebenarnya, penggunaan kafein untuk diet sudah bukan hal baru lagi, sebagian besar suplemen pembakar lemak komersial untuk menurunkan berat badan ternyata menggunakan kafein sebagai bahan utama. Nah, daripada anda harus membeli suplemen untuk ini dengan harga yang relatif mahal, ada baiknya jika anda menggunakan kopi sebagai sarana diet anda untuk menurunkan berat badan.

Cara Praktis Menurunkan Berat Badan

Tidak seperti diet-diet lainnya, diet kopi ini sangat praktis, tidak membutuhkan perhitungan ataupun skala. Anda cukup meminum 5 cangkir kopi per hari (masing-masing 200 ml) untuk meningkatkan laju metabolisme anda dan menurunkan berat badan. Ingatlah bahwa kopi yang anda konsumsi harus terbebas dari segala macam zat yang mengandung kalori, seperti gula dan susu. Tentunya, kopi yang anda pergunakan adalah kopi segar yang memiliki kualitas tinggi!

Sedikit aturan untuk menurunkan berat badan dengan diet kopi ini adalah jangan meminum semua kopi sekaligus! Hal ini akan berdampak negatif bagi jantung, paru-paru dan lambung anda. Bagilah asupan kopi dalam lima waktu yang berbeda. Misalnya, satu cangkir kopi di pagi hari, satu kopi setelah makan siang, satu cangkir lagi sekitar pukul 4 sore, kemudian satu cangkir setelah makan malam, dan satu lagi pukul 8.30 malam (tergantung waktu tidur anda).

Efek samping yang mungkin terjadi pada diet kopi untuk menurunkan berat badan ini adalah adanya peningkatan denyut jantung, dehidrasi, dan pencoklatan gigi. Diet ini tidak diperuntukkan bagi anda yang memiliki permasalahan berkaitan dengan jantung. Minumlah minimal 1,5 liter air tawar (air dari sumber lain tidak termasuk) untuk menghindari dehidrasi. Selanjutnya, untuk menghindari pencoklatan gigi, gosoklah gigi anda secara teratur setelah mengkonsumsi kopi.

Akselerasi Proses Menurunkan Berat Badan

Anda  dapat mempercepat proses menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi makanan sehat. Selain itu, percepatan juga bisa anda peroleh dengan menambah aktivitas fisik/olah raga anda. Agar anda menikmati olah raga yang dijalani, pilih jenis olah raga yang sesuai dengan hobi Anda. Dalam hal ini, saya merekomendasikan jogging, lari, renang, fitnes, bersepeda, badminton, tenis, voli, atau basket. Untuk meningkatkan pembakaran kalori selama berolah raga, minumlah secangkir kopi sebelum berolah raga.

Sebagai catatan, jangan mengkonsumsi kopi 4 jam sebelum  anda tidur, dan konsultasikan dengan dokter sebelum anda memulai diet ini  terutama bila anda bermasalah dengan jantung  dan pembuluh darah. Mudah-mudahan usaha anda untuk menurunkan berat badan bisa berhasil sesuai harapan anda.

Pengertian Serat Makanan

serat makanan
serat makanan

Pengertian Serat Makanan

Istilah serat makanan (dietary fiber) harus dibedakan dengan istilah serat kasar (crude fiber) yang biasa digunakan dalm analisa proksimat bahan pangan. Serat makanan adalah bahan makanan residu sel tanaman yang tidak dapat dihidrolisis (diuraikan) oleh enzim pencernaan manusia dalam suasana keasaman lambung, serta hasil-hasil fermentasinya tidak dapat digunakan oleh tubuh. Serat kasar adalah bagian dari pangan yang tidak dapat dihidrolisis oleh bahan-bahan kimia yang digunakan untuk menentukan kadar serat kasar, seperti asam sulfat (H2SO4 1.25%) dan natrium hidroksida (NaOH  1.25%). Definisi terbaru tentang serat makanan yang disampaikan oleh the American Association of Cereal Chemist (AACC, 2001) adalah bagian yang dapat dimakan dari tanaman atau karbohidrat analog yang resisten terhadap pencernaan dan absorpsi  pada usus halus dengan fermentasi lengkap atau parsial pada usus besar.

Sumber dan Penggolongan Serat Makanan


Beberapa  bahan  yang tergolong serat makanan  adalah  selulosa, hemiselulosa,  gum, pektin,  dan musilase yang merupakan polimer  karbohidrat, serta bahan  yang  bukan tergolong karbohidart  seperti  lignin, waxes (malam) dan kutin. Serat makanan juga ada yang berasal dari food additives (bahan tambahan makanan) berupa arabic gum, guar gum, alginat, karagenan, dan carboxymetil cellulose (CMC).

Serat makanan banyak terdapat pada diet sehari-hari kita seperti buah-buahan, sayuran, dan serealia, seperti beras, gandum, jagung, dan sorgum. Berdasarkan kelarutannya, serat makanan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu serat larut air (soluble dietary fiber), dan serat tidak larut air (insoluble dietary fiber). Pektin, gum, musilase, dan beberapa hemilselulosa termasuk  serat  larut air karena dapat larut dalam air panas. Serat ini banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran dan serealia, sedang gum banyak terdapat pada akasia. Selulosa,  lignin dan beberapa  hemilselulosa lainnya tidak larut dalam air. Serat tersebut banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Serat Makanan Larut Air dan Tidak Larut Air

Sekitar sepertiga dari serat makanan total (Total Dietary Fiber) adalah serat makanan yang larut, sedangkan kelompok terbesarnya merupakan serat makanan yang tidak larut. Serat larut air, khususnya pektin dan  gum, umumnya memiliki potensi meningkatkan  viskositas  isi usus, memperlambat penyerapan glukosa dan lipid oleh usus halus, mempengaruhi  metabollisme kolesterol, serta meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek dalam kolon (usus besar). Serat tidak larut air mempunyai pengaruh lebih kecil terhadap  hal-hal  tersebut,  tetapi cenderung mempengaruhi fungsi usus besar, seperti berat feses, volume feses, frekuensi pengeluaran feses dan laju transit dalam saluran pencernaan.

Pada masa lalu, serat makanan hanya dianggap sebagai sumber energi yang tidak tersedia (non-available energi source) dan hanya dikenal mempunyai efek pencahar perut.  Namun berbagai penelitian telah melaporkan hubungan antara konsumsi serat dan insiden timbulnya berbagai macam penyakit diantaranya kanker usus besar, penyakit kardiovskuler, dan kegemukkan (obesitas). Oleh karena itu, marilah kita biasakan mengkonsumsi serat makanan.